Sabtu, 09 Agustus 2014


Jauh untuk di lupakan

Kuberlari di semak-semak belukar....
Menutupi diri dengan mantel tebal.....
Diiringi lantunan lagu yang menyesakkan dada.....
Kututup wajahku dengan selendang sutera hitam.....
Kakiku lebih cepat, meninggalkan semua masalalu......
Terus melangkah, namun selalu ditemukan, berlari lagi....
Aku menangis, terjatuh dan menutup mulutku.....
Jauh melangkah, namun masalalu terus mengejar, membakarku.....
Ku bersembunyi dibalik tiap hembusan angin, menangis disana......
Masalalu mengejarku, mencengkramku, pundakku berat sekali.......
Merintih namun tiada yang dengar, marah tiada yang peduli........
Jiwaku merosot di balik semua sesak ini, Jauh untuk melupakan.......
Air mataku membanjiri tiap-tiap pelosok dunia.......
Menyendiri dan tenggelam di air mataku sendiri........

1 komentar: