I'm Waiting for you
Ketika mentari bersinar, bersama dengan sinarnya
Terbesit untuk nyeri yang dalam, meringis
Ada rasa takut, bercampur rasa sedih
Tiap-tiap detik yang melangkah selalu bersama dengan airmata
Tangisan tak dapat di tepis, tak dapat dihindari
Hanya mampu menerima kenyataan dibalik perih
Meratapinya bersama dengan sinar matahari pagi
Aku menyenderkan diri dibalik harapan yang palsu
Entah kenapa aku tak pernah ikhlas untuknya
Untuk pergi bersama orang lain, untuk tetap hidup
Aku ingin kebahagiaan, bukan selalu menunggu
Menantimu bersama nafas yang hampir saja habis
Iingin kuterpis arti semua in, namun cinta itu
Cinta itu menuntun kembali untuk bersamamu lagi, menunggumu lagi
Aku mencintaimu, bersama dengan harapan menunggu
Menantimu dengan semua cinta yang datang
Namu apalah dayaku untuk semua perasaan ini
Tak banyak yang bisa kulakukan untukmu
Hanya menunggu, berharap kamu akan untukku
Menunggumu hampir sama seperti menunggu bintang terbit di siang hari.
MUSTAHIL !
Sabtu, 11 Oktober 2014
Senin, 11 Agustus 2014
Bertanya........
Bermain diatas sepoi-sepoi angin
malam.......
Membuat bimbang menusuk didada........
Ada perasaan yang hambar dan
gelisah........
Kadang sulit untuk menghapusnya........
Mungkinkah semua indah?.......
Akan jadi apakah aku nanti?......
Bisa atau tidakkah aku
membahagiakan mereka?......
Panjangkah umurku?.....
Dunia ku kejam, diselimuti oleh
masalah......
Dililit oleh semua prahara didada..........
Mungkinkah semua akan indah pada
waktunya?.......
Terus terang, aku takut sangat
takut.......
Sabtu, 09 Agustus 2014
penulisgagal
Menantimu
Setiap badan ini merangkak........
Kadang harus merasakan rajaman
pahit......
Ditelan oleh setetes keringat
tercucur.......
Tat kala aku tetap menunggu........
Mentari telah padam........
Bulan telah pergi..........
Siang menghitam pekat.........
Malam menyinari putihnya.........
Butiran pasir menyirami pelipisku.........
Tak gentar rasa tetap menanti.........
Dinginnya siang tak halanganku......
Namun kembali lagilah kasih untuk
terulang kembali......
Jauh untuk di lupakan
Kuberlari di semak-semak belukar....
Menutupi diri dengan mantel tebal.....
Diiringi lantunan lagu yang
menyesakkan dada.....
Kututup wajahku dengan selendang
sutera hitam.....
Kakiku lebih cepat, meninggalkan
semua masalalu......
Terus melangkah, namun selalu
ditemukan, berlari lagi....
Aku menangis, terjatuh dan menutup
mulutku.....
Jauh melangkah, namun masalalu
terus mengejar, membakarku.....
Ku bersembunyi dibalik tiap
hembusan angin, menangis disana......
Masalalu mengejarku, mencengkramku,
pundakku berat sekali.......
Merintih namun tiada yang dengar,
marah tiada yang peduli........
Jiwaku merosot di balik semua sesak
ini, Jauh untuk melupakan.......
Air mataku membanjiri tiap-tiap
pelosok dunia.......
Menyendiri dan tenggelam di air
mataku sendiri........
Langganan:
Postingan (Atom)

