Senin, 11 Agustus 2014


Bertanya........

Bermain diatas sepoi-sepoi angin malam.......
Membuat bimbang menusuk didada........
Ada perasaan yang hambar dan gelisah........
Kadang sulit untuk menghapusnya........

Mungkinkah semua indah?.......
Akan jadi apakah aku nanti?......
Bisa atau tidakkah aku membahagiakan mereka?......
Panjangkah umurku?.....

Dunia ku kejam, diselimuti oleh masalah......
Dililit oleh semua prahara didada..........
Mungkinkah semua akan indah pada waktunya?.......
Terus terang, aku takut sangat takut.......

Sabtu, 09 Agustus 2014

penulisgagal


Menantimu

Setiap  badan ini merangkak........
Kadang harus merasakan rajaman pahit......
Ditelan oleh setetes keringat tercucur.......
Tat kala aku tetap menunggu........
Mentari telah padam........
Bulan telah pergi..........
Siang menghitam pekat.........
Malam menyinari putihnya.........
Butiran pasir menyirami pelipisku.........
Tak gentar rasa tetap menanti.........
Dinginnya siang tak halanganku......
Namun kembali lagilah kasih untuk terulang kembali......

Jauh untuk di lupakan

Kuberlari di semak-semak belukar....
Menutupi diri dengan mantel tebal.....
Diiringi lantunan lagu yang menyesakkan dada.....
Kututup wajahku dengan selendang sutera hitam.....
Kakiku lebih cepat, meninggalkan semua masalalu......
Terus melangkah, namun selalu ditemukan, berlari lagi....
Aku menangis, terjatuh dan menutup mulutku.....
Jauh melangkah, namun masalalu terus mengejar, membakarku.....
Ku bersembunyi dibalik tiap hembusan angin, menangis disana......
Masalalu mengejarku, mencengkramku, pundakku berat sekali.......
Merintih namun tiada yang dengar, marah tiada yang peduli........
Jiwaku merosot di balik semua sesak ini, Jauh untuk melupakan.......
Air mataku membanjiri tiap-tiap pelosok dunia.......
Menyendiri dan tenggelam di air mataku sendiri........